Screen Shot 2016-01-18 at 4.54.02 AM
pics courtesy of wascleader.com

“LIFE BEGIN AT THE END OF YOUR COMFORT ZONE – Neale Donald Walsch”

Itu yang sempat berkecamuk dipikiran saya sebelum akhirnya memutuskan ikut program “pensiun dini” di kantor tempat dulu saya bekerja selama hampir 19 tahun. Bukan keputusan yang mudah, 1001 “nanti gimana?” terus seliweran dalam benak saya, hingga akhirnya pada suatu hari di bulan Agustus tahun 2010 saya memutuskan untuk berhenti bekerja.
Keputusan yang terasa agak terlambat, but hey! better late than never rite? 😀

Disamping suasana kerja dan company yang sudah tidak kondusif, alasan saya berhenti juga karena jenuh dengan type pekerjaan yang sama setelah 19 tahun. Saya sudah tidak bisa menikmati lagi suasana bekerja, pekerjaan sehari-hari pun terasa monoton, serta kesempatan untuk meningkatkan karir terasa sempit. Saya jadi uring2an, bahkan hal kecil pun bisa bikin saya kecewa dan ujungnya marah-marah nggak jelas. saya bosan, jenuh dan nggak pengen ngapa-ngapain. rasanya sumpek! 😦

Kerja kantoran sebagai pegawai tetap yang sudah jelas jamnya, posisi yang lumayan, gaji bagus untuk ukuran saya, bonus tahunan yang menarik, dengan masa kerja yang lumayan panjang, saya yang memulai karir dari bawah merasa terlalu nyaman dan terlena sehingga abai untuk menggali potensi diri yang lain.

Begitu berhenti bekerja, rasanya bebaaass banget…nggak perlu bangun pagi2 banget untuk kemudian bergegas ke kantor, bisa kesana kesini yang dulunya harus nunggu weekend atau pas cuti…
lalu 3-4 bulan kemudian saya mulai merasa “nothing”, percaya diri mulai goyah, saya yang terbiasa menghasilkan uang sendiri merasa “gengsi” kalau harus minta uang ke suami untuk membiayai “kenakalan” saya dalam berbelanja 😀
belum lagi kalau ketemu temen trus ditanya, sekarang sibuk apa? saya selalu menjawab sibuk di rumah, (ini bukan karena saya merasa jadi ibu bekerja lebih keren dibanding ibu rumah tangga, tetapi lebih karena saya merasa lebih lengkap menjalani peran sebagai ibu bekerja untuk mengembangkan potensi diri saya sekaligus sebagai ibu rumah tangga), mulai ngerasa membebani suami, uring2an nggak jelas karena biasa sibuk trus tiba tiba nggak ngapa2in selain beberes rumah..

saya lalu ngobrol sama diri saya sendiri, apa yang kira2 bisa saya lakukan, karena kerja kantoran lagi udah nggak menarik buat saya..
saya bersyukur saya punya circle teman-teman blogger dan yang aktif dimedia sosial sejak saya masih bekerja..
saya tertarik untuk mulai belajar sambil melihat peluang apa yang saya punya di dunia digital ini..

saya mulai dari tidak tau apa-apa tentang dunia digital marketing, saya siapkan mental saya untuk masuk dunia baru yang selama ini saya cuma liat lewat “jendela” ibaratnya..mulai bertemu banyak orang, ngobrol apa saja, belajar dari kiri kanan, buang semua gengsi, kalau memang nggak ngerti ya tanya, begitu saya memperlakukan diri saya, saya berusaha menyerap semua “ilmu baru” yang saya dapatkan..

Alhamdulillah, saya yakin, ketika kita mau belajar, berusaha dan mengesampingkan ego kita, selalu ada peluang untuk mencoba hal baru
Saya bertemu teman baik yang mempercayai saya untuk membantunya di salah satu agency digital.

Disitu saya mulai, ketika orang lain cukup sekali berusaha, saya harus DUA kali lebih keras, karena buat saya, bekerja dengan teman dekat artinya saya harus menunjukkan kemampuan terbaik saya, jangan sampai dia malu, ke client juga saya harus mampu menunjukan performa yang baik, sehingga kepercayaan diri saya mulai tumbuh..Untuk mereka yang memberi saya kesempatan, saya berdoa agar Allah SWT memberi balasan yang lebih..amin dan terima kasih.

Tak ada istilah selesai untuk BELAJAR, sampai saat ini saya pun masih terus belajar. Kita bisa belajar dari manapun, dari siapapun, how to doing new thing, how to handle people, how to handle client, saya belajar secara otodidak, belajar sambil praktek langsung..
tentu saja jalan yang saya tempuh tidak selalu bagus, kadang ada lubang, kerikil, becek, tak jarang hotmix mulus yang kadang juga bisa bikin kepleset..tapi saya bahagia, saya merasa bisa bangkit dari rasa terpuruk, dan merasa bangga untuk sekedar bilang ke diri sendiri, Hey dude, you do a good job, I’m proud of you! keep up the good work. God speed!

Kebahagiaan saya rasanya lengkap ketika saya sekarang bisa bekerja dari rumah, well it’s not easy by the way 😀 but I enjoy it much. Lalu saya teringat, duluuuu sekali saya sering membayangkan bekerja di dunia periklanan, membayangkan betapa dinamisnya bekerja disana…sepertinya semesta menangkap pesan yang saya kirimkan dahulu, sehingga pada saatnya..saya diberi jalan untuk bisa bekerja dekat dengan dunia kerja yang dulu saya bayangkan…

Jaga baik-baik bayangan baikmu, mimpimu, bangun dan wujudkan, bertemu dan ngobrol dengan banyak orang yang bisa memberi inspirasi, percaya dengan kemampuan diri kita, insya allah selalu ada jalan.

Ini cerita saya tentang meninggalkan kenyamanan yang melenakan, apa ceritamu? Berhenti merasa RAGU, kamu bisa #MenangkanHarimu !

Advertisements